oleh

Perkara Lahan Jalan Tol Prabumulih Segera Diputuskan Majelis Hakim Prabumulih 

PRABUMULIH, MUARAENIMONLINE.COM – Perkara lahan proyek jalan tol didesa Jungai Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih Sumatera Selatan segera akan memasuki Sidang putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) prabumulih.

Agenda sidang putusan perkara lahan jalan tol yang masuk dan memakan waktu selama lima bulan itu akhirnya diputuskan perkara tersebut, pada tanggal 18 Oktober 2021 nanti segera disidangkan keputusan.

Kuasa hukum tergugat Yulison Amprani SH MH, dan Sanjaya ,SH, mengungkapkan, bahwa sidang hari ini penyampaian kesimpulan kepada ketua majelis hakim Yanti Suryani, SH, MH, kepada penggugat dan tergugat,

“Ya, penggugat dan tergugat telah menyampaikan kesimpulannya usai pemeriksaan setempat atau sidang lapangan yang dilakukan Minggu lalu,” ujar Yulison Amprani.

Dikatakan Bung Ichon Sapaan akrabnya itu, bahwa disetiap sidang perkara ini Penggugat sampai hari ini belum bisa membuktikan dalil serta data resmi bahwa penggugat telah sah memiliki lahan yang kini akan dibangun proyek jalan Tol dan bukti surat lengkap dari tahun 1958 namun hanya bukti notaris pada tahun 2020.

BACA:  6 Siswa  Muara Enim Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi dan Nasional, Ini Pesan Pj. Sekda

“Nah, sedangkan klien kami yakni 17 tergugat dalam perkara ini dapat membuktikan kepemilikan surat yang sah,” beber Bung Ichon.

Dibeberkan lagi oleh Ichon, bahwa penggugat tidak bisa menunjukan patok tanah serta ukuran tanah yang mereka kleim selama ini,dan penggugat kebingungan menunjukan gugatan mereka saat diperiksa majelis hakim ,”beber Ichon lagi.

“Berharap mejelis hakim dapat mempertimbangkan gugatan tersebut yang kami nilai hanya akal-akalan saja Dan meminta kasus putusan proyek jalan tol pada tanggal 18 Oktober nanti Sehingga perkara ini dapat diputuskan secara adil dan bijak,”pungkas Icon.

BACA:  Camat Ajak Pesta Demokrasi Pilkades Tetap Junjung Tinggi Sportivitas

Ketua majelis hakim PN Prabumulih Yanti Suryani, menuturkan, bahwa alat bukti, Lalu, fakta persidangan, pemeriksaan setempat akan dijadikan pertimbangan dalam memutus perkara sengketa lahan proyek tol ini.

“Kesimpulan sudah diterima majelis hakim, kita bermusyawarah terlebih dahulu dalam rangka memutus perkara ini. Kita agendakan pada Senin, 18 Oktober ini putusan final sengketa lahan proyek tol tersebut,” jelasnya.

Perwakilan Penggugat, Richard SH mengatakan, kalau kesimpulan disampaikannya kalau tanah disengketakan adalah milik Rekunjung. “Jelas tertuang dalam konklusi kita sampaikan,” tukasnya.

Richard menegaskan, meminta, agar majelis hakim memutus perkara seadil-adilnya dalam menangani kasus sengketa lahan diajukannya. “Iya, sekarang ini keputusan kita serahkan kepada majelis hakim,” ungkapnya.

Laporan : Junai

Facebook Comments






Banner Catering





Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed