oleh

H. Susno Duadji Sesalkan Namanya Dicatut Dalam Masalah Brigjen Aris Budiman

Jakarta (muaraenimonline.com) – 10 September 2017, Komjen (Purn) Susno duadji, Mantan Kabareskrim Polri yang saat ini aktif sebagai petani, dan Organisasi Kemasyarakatan sebagai Ketua Umum Tenaga Pembangunan Sriwijaya, Ketua Komite Pemantau Pengawas Pertanian Indonesia, dan Penasehat Syarekat Dagang-SI saat ditemui wartawan kami nampak sangat gusar, kesal dan memperihatinkan bahwa di era transparansi dan demokratisasi saat ini masih bergentayangan si pembuat berita hoax, fitnah oleh “media” abal-abal.

 

Brigjen Aris Budiman dan Novel Baswedan

Perasaan tersebut dikemukakan Susno saat mengetahui dirinya dicatut namanya oleh wartawan dan media yang disebutnya abal-abal, bagaimana gak gusar kata Susno, media online tersebut yang menamakan dirinya ; republiknkri.net serba mestirius ;
~ tidak punya alamat redaksi,
~ tidak punya no telpon atau hp,
~ tidak punya alamat elektronik,
~ tidak mencantumkan nama wartawan,
Pokoknya serba mestiriuslah ujar Susno.

Coba , apa gak aneh kata Susno, saya sama sekali gak pernah kontak dengan wartawan dari media yang menamakan diri ; republiknkri.net baik ketemu face to face, komunikasi telpon, email, atau surat, atau komunikasi apapun, eh, koq berani-beraninya menurunkan berita dengan judul :

“Mantan kabareskrim Susno Duadji ungkap sosok Brigjen Aris Budiman sebagai pelaku utama penyiraman Novel Baswedan”

Kemudian republiknkri.net seolah mengadakan wawancara ekslusif dengan saya kata Susno dengan mencantumkan kalimat : “Simak wawancara ekslusif ini”
Sungguh republiknkri.net ini sangat menyesatkan, berani membuat berita tendensius, fitnah dan menyesatkan, mengadu domba dan juga merusak citera dunia pers Indonesia dengan merelease berita abal-abal kata Susno dengan gusar dan penasaran, kapan wawancaranya , apa isi wawancaranya , di mana wawancaranya. Pokoknya serba ngarang.

Kasihan itu junior saya Brigjen Aris Budiman difitnah seperti itu, apakah tidak terpikir kalau keluarganya juga akan terkena dampak dari berita fitnah dan bohong ini, sungguh berat dosa fitnah itu,

Saya yakin bahwa tidak mungkin ada perwira Polri berpangkat Jenderal mau melakukan perbuatan tercela seperti itu,
Lanjut Susno ; kami para perwira terlebih alumni Akabri / Akpol TIDAK mungkin akan melakukan perbuatan seperti itu, kami sejak masuk pendidikan Akademi sudah ditanamkan dan dipraktekan untuk berjiwa, bersikap, dan berprilaku sebagai seorang PERWIRA, kesatria , berani bertanggung jawab, gak pengecut main belakang.

Oleh karenanya pelaku perbuatan penyiraman terhadap Novel Baswedan sudah pasti pelakunya bukan Perwira apalagi Jenderal, maka dari itu Polri dibawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian sangat serius untuk mengungkap dan menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, Novel itu dulu nya Perwira Polisi ; mana mungkinlah pelakunya perwira polisi.

Susno dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan agar jangan ada pihak ketiga bermain ; mengadu domba Polri dengan instansi KPK atau instansi lainnya, Susno sangat menghargai upaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang melalu berbagai upaya dan pendekatan untuk membina kerja sama dan bersinergi dengan KPK dan instansi penegak hukum lainnya khususnya dalam memberantas kejahatan yang merugikan negara , terutama Korupsi,

Susno mengatakan saat ini hubungan Polri dengan aparat penegak hukum lainnya , terutama dengan KPK adalah pada posisi yang sangat baik , soal ada perberbedaan pendapat itu biasa adalah nada dan dinamika dalam penegakan hukum, jangankan antar instansi, dalam satu instansi pun sering terjadi, tapi setelah melalui dialog dan argumen maka perbedaan pendapat akan selesai dengan sendirinya, berbeda pendapat dalam penegakan hukum sangat diperlukan sebagai sarana kontrol,

Kembali ke masalah pemberitaan berkonten fitnah dan tendensius ; Susno bermaksud untuk melaporkan kepada Bareakrim Polri media republiknkri.net untuk mengungkap , menangkap dan memproses secara hukum siapa pelakunya, dan apa maksud dan tujuan dibalik berita tersebut,

Kepada organisasi profesi wartawan ; Susno mengajak untuk memerangi dan memberantas “media” abal-abal demi menjaga citera dan kwalitas media dan wartawan Indonesia,

Demikian juga kepada masyarakat Indonesia Susno mengajak untuk lebih arif dan bijak dalam membaca dan mengambil kesimpulan terhadap suatu berita, di era globalisasi ini demikian mudahnya seseorang membuat berita bohong dan merusak kredibelitas seseorang, tapi lupa kalau kelak di akherat akan dimintai pertanggung jawaban. (Al’Djamaz)
Susno duadji
————–
~ Ketua Umum TP Sriwijaya
~ Ketua Komita Pemantau Pengawas Pertanian Indonesia
~ Penasehat Syarikat Dagang-SI

Facebook Comments
Banner Catering

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed