Pembina Aktivis 212 Indonesia Kecam Aksi Biadab Terhadap Etnis Rohingya

Jakarta (muaraenimonline.com) – Penembakan secara brutal terhadap etnis Rohingya dan memaksa kaum Muslimin Rohingya eksodus secara besar-besaran melintasi perbatasan Banglades. Berbagai pihak menilai hal itu sebagai tindakan biadab yang tidak boleh ditolerir oleh masyarakat internasional.

Salah satu lembaga yang sangat menentang tindakan itu adalah Aktivis 212 Indonesia. Organisasi ini menilai, tindakan militer Myanmar sangat bertentangan dengan norma semua agama, dan melukai perasaan umat Islam se-dunia, termasuk di Indonesia.

“Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi kebiadaban militer Myanmar yang telah melakukan penembakan brutal tanpa belas kasihan terhadap kaum Muslimin Rohingya,” kata Ir. Iwan Assaari,SE Pembina Aktivis 212 Indonesia (01/09/2017).

Menurutnya, aksi biadab itu merupakan kejahatan kemanusiaan yang telah melanggar Hak-Hak Asasi Manusia dan hukum internasional. Oleh karenanya, pemerintah Myanmar harus mendapatkan sanksi dari dunia Internasional sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA:  Berkunjungnya Presiden Chile di Indonesia

“Kami mendesak badan dunia seperti Persatuan Bangsa-Bangsa, dan Pemerintah Republik Indonesia untuk selalu membela hak-hak Muslim Rohingya sebagai warga negara yang sah bagi Myanmar, serta memberi bantuan dan senantiasa ikut pro-aktif dalam menciptakan perdamaian lintas agama di Myanmar,” ucapnya.

Pernyataan sikap AKTIVIS 212 INDONESIA ,
Atas kekejaman pemerintah Myanmar terhadap etnis Musllim Rohingya.

Mengamati perkembangan yang terjadi di Myanmar, Kami berkesimpulan telah terjadi upaya PENGHAPUSAN & PEMUSNAHAN Terhadap Muslim Rohingya, oleh karenanya kami :

1.Mengutuk keras perlakuan biadab pemerintah Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya.

2.Meminta kepada pemerintah INDONESIA untuk melakukan tindakan tegas dan memberikan sanksi berat kepada pemerintah Myanmar

3.Meminta komisi Ham PBB untuk mengeluarkan resolusinya , terkait pelanggaram HAM berat yang dilakukan oleh pemerintahan Aung San Suu Kyi

4.Meminta kepada pemerintahan Jokowi,untuk mengusir dan menutup kedutaan besar Myanmar dari INDONESIA.

5.Menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat khususnya umat Islam untuk melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu umat Islam Rohingya.

6.Meminta umat Islam untuk mendukung aksi turun ke jalan serta meminta kpd pemerintah untuk mengirim Pasukan GARUDA TERBAIK ke Myanmar guna menghindari Pembantaian terhadap Muslim Rohingya.

7.Setetes Darah.Muslim Rohingya yang tercecer adalah juga Darah kami.

Jakarta, 2 September 2017

*AKTIVIS 212 INDONESIA*

*Ketua Pembina*
IR.H.Iwan Assaari , SE

*_Ketua Umum_*
Maruf Halimuddin .

Facebook Comments












Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *